Informasi Kaltim
| Balikpapan |
| Bontang |
| Kutai Kertanegara |
| Kutai Timur |
| Paser |
| Samarinda |
Artikel Menarik
| Gaya Hidup |
| Kesehatan |
| Pekerjaan |
| Pengetahuan |
| Olah Raga |
| 50 Kilometer Pantai PPU Alami Abrasi |
|
PENAJAM– Sepanjang 50 kilometer (km) garis pantai di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengalami abrasi laut yang sangat parah hingga 100 meter memasuki kawasan darat. Diperlukan Rp 1,62 miliar untuk melakukan reboisasi kawasan pantai tersebut.
“Benar, sepanjang 50 kilometer jalur pantai dari Penajam hingga Babulu mengalami kerusakan parah akibat abrasi. Pantauan kami, yang paling parah bisa mencapai 100 meter, sedangkan yang ringan hanya 5 meter,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan PPU Abbas Chalid. Menurut Abbas, pihaknya telah melakukan upaya reboisasi di sepanjang garis pantai yang mengalami abrasi. Tapi sebagian besar upaya reboisasi mengalami kegagalan akibat musim selatan (ombak laut besar di bulan Agustus hingga Oktober) yang menghanyutkan pohon mangrove yang telah ditanam. “Karena itu, pola penanamannya akan kami ubah dari arah darat terlebih dahulu, lalu seiring waktu akan mengarah ke pantai. Sebagian ada yang dari daerah tambak, lalu mengarah ke pantai,” ungkapnya. Beberapa daerah yang gagal dilakukan reboisasi seperti Nenang, Sesumpu, Sungai Parit, dan Salolong. Sementara hanya 1 daerah yang berhasil, yakni, Kampung Baru, dengan lahan yang berhasil direhabilitasi seluas 10 hektare. “Yang membanggakan, yang berhasil melakukan reboisasi itu adalah kelompok tani yang anggotanya adalah para wanita,” beber Abbas Chalid. Persoalan lain yang dihadapi, yakni, pembangunan coastal road (jalan lingkar pantai) yang belum bisa membebaskan semua lahan milik warga. “Jika sudah dibebaskan, tentu akan kami tanami pohon khas mangrove. Saat ini belum bisa kami tanami, karena bisa bermasalah dengan warga,” tegasnya. Di tahun 2010, Dinas Kehutanan dan Pertambangan PPU juga telah mengajukan dana sebesar Rp 3,5 miliar ke Kementerian Kehutanan (Kemhut) untuk mereboisasi 500 hektare lahan mangrove. Pihaknya juga mendapatkan tanaman jenis trembesi sebanyak 250 ribu bibit. Tetapi jenis tanamannya hanya cocok untuk di daerah darat, bukan di pantai. Sedangkan bantuan dari Pemprov Kaltim di tahun 2010 ini untuk reboisasi hanya sebesar Rp 300 juta, lebih kecil nilainya dibandingkan tahun 2009 yang mendapat Rp 500 juta. “Dana ini memang kecil, tapi sedikit membantu program reboisasi,” terangnya. |

