Informasi Kaltim
| Balikpapan |
| Bontang |
| Kutai Kertanegara |
| Kutai Timur |
| Paser |
| Samarinda |
Artikel Menarik
| Gaya Hidup |
| Kesehatan |
| Pekerjaan |
| Pengetahuan |
| Olah Raga |
| Longsor Intai Lahan Landai |
BALIKPAPAN - Bukan penyakit saja yang wajib diwaspadai saat cuaca cepat berganti, bencana juga jangan dilupakan. Intensitas hujan yang makin tinggi turut memperbesar kemungkinan longsor. Apalagi di kawasan rawan di Kota Beriman.
Belum lekang dari ingatan, bencana terakhir yang merenggut dua korban jiwa di Prapatan, Balikpapan Selatan beberapa bulan lalu. Sederet kejadian serupa beberapa tahun belakangan juga tak bisa disebut sedikit. Tingkat kerawanan itu bertambah dengan kondisi tanah di Balikpapan yang landai dan berpasir. “Itu kendalanya. Banyak lahan berbukit dan jenis tanah yang rentan longsor. Misalnya saat membuka lahan lalu ditelantarkan. Lama-lama longsor,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Syachrumsyah Setia. Parahnya, hal demikian terjadi di permukiman padat penduduk. “Sebenarnya, kami sudah seringkali mensosialisasikan longsor di daerah rawan. Termasuk pula, pentingnya ruang terbuka hijau di permukiman,” terangnya. Syachrumsyah menyebut, pemanfaatan lahan landai untuk permukiman sebenarnya sudah ada contohnya. “Misalnya di perumahan Pertamina. Ruang terbuka hijaunya cukup dan drainasenya bagus,” lanjutnya. Di luar itu, usaha menambah daerah resapan air terus dilakukan. Tahun ini, disiapkan sekitar Rp 1,5 miliar untuk ruang terbuka hijau dan hutan lindung. “Saat ini, ada 30 titik ruang terbuka hijau dan hutan kota. Sesuai dengan rencana, 52 persen wilayah diisi kawasan hijau,” lanjut dia lagi. Kapan itu bisa tercapai, Syachrumsyah menyebutkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). “Kami bekerja menurut rencana tata ruang dari Bappeda,” tutup Syacrumsyah. |
BALIKPAPAN - Bukan penyakit saja yang wajib diwaspadai saat cuaca cepat berganti, bencana juga jangan dilupakan. Intensitas hujan yang makin tinggi turut memperbesar kemungkinan longsor. Apalagi di kawasan rawan di Kota Beriman.

