Mengenal Sinusitis
Menurut dr. Armelia, SpTHT, ahli THT dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta mengatakan sinusitis adalah infeksi yang terjadi di rongga sinus. Rongga sinus merupakan suatu rongga berdinding tulang yang di dalamnya berisi udara.
Sinusitis memiliki gejala yang mirip dengan flu. Hal tersebut menyebabkan orang yang menderitanya menganggap hanya menderita penyakit flu biasa. Sinusitis jarang menyerang bayi, hal ini disebabkan karena pada bayi, beberapa sinus belum berkembang.
Manusia memiliki beberapa sinus. Di antaranya :
Sinus maxillary (di pipi), baru berkembang pada umur 4 – 5 tahun
Sinus ethmoid (antara kedua mata), berkembang pada umur 8 – 10 tahun
Sinus frontal (di dahi), berkembang setelah seseorang berusia belasan tahun
Sinus sphenoid (di belakang mata)
Sinusitis dapat mengenai salah satu sinus, bahkan juga lebih. Dikatakan memiliki sinusitis akut apabila kejadiannya masih berada di bawah 2 minggu. Dan dikatakan kronik jika telah terjadi lebih dari 3 bulan.
Sinusitis akut ditandai dengan gejala panas badan, demem, nyeri pada bagian sinus yang terkena infeksi, pilek, ingus kental kuning kehijauan, lender mengalir ke tenggorokan, flu berat, dan sakit kepala. Pengobatan yang biasa diberikan bagi penderita sinusitis akut biasanya berupa antibiotic, obat penghilang pembengkakan, dan obat pengencer lendir.
Sinusitis kronik memiliki gejala ingus berbau, lendir mengalir ke tenggorokan secara terus menerus, kadang-kadang disertai batuk yang berkepanjangan, dan sakit kepala yang tidak hilang walaupun sudah diberi obat. Pengobatan untuk penderita yang mengalami sinusitis kronik sama halnya dengan pengobatan yang dilakukan bagi penderita sinusitis akut, namun ditambah fisioterapi. Bila dalam 2 minggu tidak ada perbaikan, maka perlu dipertimbangkan tindakan operasi melalui bedah endoskopi sinus / FESS – Fungctional Endoscopic Sinus Surgery. Operasi dilakukan melalui lubang hidung, sehingga jangan khawatir akan menimbulkan bekas sayatan pada kulit. Rata-rata waktu operasi yang diperlukan adalah 1 – 2 jam. Setelah operasi, penderita perlu dirawat selama sehari. Dan setelah 4 hari, penderita diwajibkan kontrol, untuk membuka tampon yang terpasang di rongga hidung. Selanjutnya, seminggu sekali penderita dapat melakukan kontrol seminggu sekali untuk membersihkan darah beku yang masih tersisa.
Mengenal-SinusitisMenurut dr. Armelia, SpTHT, ahli THT dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta mengatakan sinusitis adalah infeksi yang terjadi di rongga sinus. Rongga sinus merupakan suatu rongga berdinding tulang yang di dalamnya berisi udara.
Sinusitis memiliki gejala yang mirip dengan flu. Hal tersebut menyebabkan orang yang menderitanya menganggap hanya menderita penyakit flu biasa. Sinusitis jarang menyerang bayi, hal ini disebabkan karena pada bayi, beberapa sinus belum berkembang.
Manusia memiliki beberapa sinus. Di antaranya :
Sinus maxillary (di pipi), baru berkembang pada umur 4 – 5 tahunSinus ethmoid (antara kedua mata), berkembang pada umur 8 – 10 tahunSinus frontal (di dahi), berkembang setelah seseorang berusia belasan tahunSinus sphenoid (di belakang mata)Sinusitis dapat mengenai salah satu sinus, bahkan juga lebih. Dikatakan memiliki sinusitis akut apabila kejadiannya masih berada di bawah 2 minggu. Dan dikatakan kronik jika telah terjadi lebih dari 3 bulan. Sinusitis akut ditandai dengan gejala panas badan, demem, nyeri pada bagian sinus yang terkena infeksi, pilek, ingus kental kuning kehijauan, lender mengalir ke tenggorokan, flu berat, dan sakit kepala. Pengobatan yang biasa diberikan bagi penderita sinusitis akut biasanya berupa antibiotic, obat penghilang pembengkakan, dan obat pengencer lendir.
Sinusitis kronik memiliki gejala ingus berbau, lendir mengalir ke tenggorokan secara terus menerus, kadang-kadang disertai batuk yang berkepanjangan, dan sakit kepala yang tidak hilang walaupun sudah diberi obat. Pengobatan untuk penderita yang mengalami sinusitis kronik sama halnya dengan pengobatan yang dilakukan bagi penderita sinusitis akut, namun ditambah fisioterapi. Bila dalam 2 minggu tidak ada perbaikan, maka perlu dipertimbangkan tindakan operasi melalui bedah endoskopi sinus / FESS – Fungctional Endoscopic Sinus Surgery. Operasi dilakukan melalui lubang hidung, sehingga jangan khawatir akan menimbulkan bekas sayatan pada kulit. Rata-rata waktu operasi yang diperlukan adalah 1 – 2 jam. Setelah operasi, penderita perlu dirawat selama sehari. Dan setelah 4 hari, penderita diwajibkan kontrol, untuk membuka tampon yang terpasang di rongga hidung. Selanjutnya, seminggu sekali penderita dapat melakukan kontrol seminggu sekali untuk membersihkan darah beku yang masih tersisa.
 

Baca Juga

narkoba_no
.