Informasi Kaltim
| Balikpapan |
| Bontang |
| Kutai Kertanegara |
| Kutai Timur |
| Paser |
| Samarinda |
Artikel Menarik
| Gaya Hidup |
| Kesehatan |
| Pekerjaan |
| Pengetahuan |
| Olah Raga |
| Rp5 Miliar Dipastikan Hangus |
SAMARINDA. Anggaran Rp5 miliar yang merupakan sisa kontrak lama untuk pembangunan gedung SMAN 2 di Jl Kemakmuran, Samarinda Utara, dipastikan akan hangus.
Pasalnya, Dinas Cipta Karya dan Tata Kota (Discipkatakot) Samarinda tak mau berbenturan dengan permasalahan hukum, khususnya Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu)."Makanya sampai sekarang kita tidak berani ambil keputusan untuk dilelang. Karena panitianya tidak mau kalau nanti belakangan malah terjerat hukum," terang Plh Kepala Discipkatakot Samarinda, Ir H Sopyan Suparyadi kepada Sapos kemarin. Diterangkan Sopyan, awalnya pihaknya ingin mengadakan tender proyek Rp5 miliar itu untuk merampungkan ruang kegiatan belajar (RKB) di bagian belakang. Namun setelah dievaluasi, ternyata tidak efektif untuk sisa waktu yang tinggal dalam hitungan bulan. Karena itu, pihaknya mengajukan ke DPRD Kota Samarinda agar proyek Rp11 miliar bisa ditender dengan sistem multiyears. Itu dengan hitungan Rp5 miliar sisa kontrak lama dan Rp6 miliar diharapkan bisa dianggarkan di APBD 2011. "Dan itu sudah disetujui DPRD. Hanya kendalanya, peraturan baru itu. Makanya sampai sekarang tidak bisa kita tender. Padahal, kita juga prihatin dengan kondisi guru dan pelajar di SMAN 2," katanya. Dalam Permenkeu yang tak diketahui pasti nomornya itu, lanjut Sopyan, diisyaratkan agar proyek multiyears minimal masa kontraknya selama 12 bulan. Sementara, untuk menyelesaikan sisa progress sebesar 30 persen itu, pihaknya memperkirakan hanya berlangsung selama 10 bulan. "Jadi kalau dipaksakan pasti kita melanggar. Yang pastinya, kalau tidak berjalan tahun ini, Rp5 miliar itu hangus. Sehingga untuk penyelesaian progress sisa itu, paling hanya mengharapkan APBD murni," tukasnya. Ditemui terpisah, Kepala SMAN 2, Drs HM Yusuf MAP mengaku tak mengetahui pasti soal teknis pembangunan gedung tersebut. Namun jika itu bisa dipercepat, pihaknya berharap agar tak perlu hingga bertele-tele. Tentunya itu dengan maksud agar prestasi bisa ditingkatkan seiring meningkatnya infrastruktur. "Tapi kalau dibandingkan dulu yang harus menyewa gedung sekolah lain, lebih nyaman sekarang, walaupun belum semuanya rampung. Dan seluruh pelajar kami yang berjumlah 1.000 orang, sudah bisa belajar di gedung sendiri," tuturnya. (yes) |
SAMARINDA. Anggaran Rp5 miliar yang merupakan sisa kontrak lama untuk pembangunan gedung SMAN 2 di Jl Kemakmuran, Samarinda Utara, dipastikan akan hangus.
Pasalnya, Dinas Cipta Karya dan Tata Kota (Discipkatakot) Samarinda tak mau berbenturan dengan permasalahan hukum, khususnya Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu).
